PUSTARHUT

PUSTARHUT

KHDTK Arcamanik

KHDTK Arcamanik di bangun pada tahun 1954 oleh para peneliti senior yang berasal dari Lembaga Penyelidikan Kehutanan. KHDTK Arcamanik terletak di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Banten. Ditetapkan melalui SK Menteri LHK nomor SK.82/MENLHK/SETJEN/PLA.0/1/2020 tentang Penetapan KHDTK Arcamanik di Kabupaten Bandung dan Pasir Awi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Luas KHDTK Arcamanik dan Pasir Awi adalah Seluas ±50,20 Ha (Lima Puluh dan Dua Puluh Perseratus Hektar). Luas lahan KHDTK Arcamanik adalah seluas ± 26 hektar berupa Kawasan Hutan Lindung.

Jarak dari Bogor sampai ke KHDTK Arcamanik ± 140 km, untuk menuju lokasi dapat menggunakan kendaraan roda 4 (empat) dan atau roda 2 (dua). Untuk mencapai pada lokasi KHDTK Arcamanik tersebut dapat ditempuh melalui 2 (dua) alternatif yaitu:  Alternatif 1 yaitu ditempuh melalui rute Bogor lewat Puncak-Cianjur-Padalarang-Bandung dengan memakan waktu tempuh perjalanan ± 5 jam dan alternatif 2 yaitu rute Bogor lewat jalan Tol Cipularang-keluar dari gerbang Tol Cileunyi waktu tempuh sekitar ± 4 jam.

KHDTK Arcamanik termasuk type hutan tropika basah berdataran sedang, berdasarkan hasil introduksi tanaman berupa kayu dan bambu telah membentuk ekosistem yang baru, dengan munculnya berbagai tumbuhan vegetasi alam dan fauna. Jenis hasil penelitian berupa bamboo yaitu Bambusa sp. meliputi Bambusa arundinaceae (Retzius) Willd, Schzostachyum zollingeri Steud. Gigantochloa manggong Wijaya, Phyllastochyllum pubescen, Thyrsostachys siamensis Gamble, Bambusa vulgaris Schard.var.vitata, Bambusa vulgaris Schard striata, Gigantochloa pseudoarundinaceae (Steud.) Wijaya, Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz, Gigantochloa sp, Gigantochloa atroviolaceae Wijaya, Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch.ex.J.A.& A.H. Schult, Schizostachyum branchycladum Kurz, Schizostachyum branchycladum Kurz, Phyllastochyllum aurea Carr. Ex.A & C. Riviere, Gigantochloa robusta Kurz, Dendrocalamus asper Back, Gigantochloa apus Kurz, Schzostachyum blumei Nees, Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Wijaya, Gigantochloa sp, Bambusa maculate Wijaya. Sedangkan hasil penelitian untuk jenis tanaman yang berkayu meliputi Eucalyptus alba, Pinus merkusii, Shyzolobium brancycladum, Cupresus sumpervirens. Hutan penelitian Arcamanik terdapat potensi HHBK yang cukup banyak yaitu bambu, bambu yang ditanam pada HP Arcamanik sekitar ± 26 jenis bambu sekarang hanya ada sekitar 22 jenis.